Mengenal Bapak Pramuka Sedunia

 Pramuka adalah kegiatan yang dikenal diseluruh dunia. Meski memiliki berbagai nama, pendiri gerakan Pramuka di dunia dicetuskan oleh satu tokoh penting.

Siapa dia?

Adalah Baden Powell, pemuda warga negara Inggris yang mengusulkan gerakan Pramuka pertama di dunia. Kemudian Baden Powell dikenal sebagai Bapak Pandu Dunia.

Lahir dengan nama asli Robert Stephenson Smyth Baden Powell, ia memulai ketertarikannya pada dunia kepramukaan sekolah.

Profil Baden Powell

Baden Powell merupakan putra dari seorang profesor Universitas Oxford. Tak disangka, ayahanda Baden Powell tak berumur panjang.

Pada usia 3 tahun, Baden Powell dibesarkan sendiri oleh ibunya Henrietta Powell. Henrietta tak ayal harus membesarkan 10 anaknya sendirian.

Dalam situs scout.org, pendidikan awal Baden Powell diberikan langsung oleh sang ibu. Kemudian ia mendapatkan beasiswa di Charterhouse School, sekolah paling bergengsi di Inggris yang didirikan pada 1611. Di Charterhouse Baden Powell mulai menaruh ketertarikan pada alam bebas. Baden kecil kerap pergi ke hutan sekitar sekolah sambil mencari satwa liar, bahkan pernah juga menangkap dan memasak kelinci. Ketika libur, Baden Powell dan saudara saudaranya akan berpetualang bersama. Merek pernah pergi berlayar di sekitar pantai selatan Inggris hingga mendayung menyusuri Sungai Thames.

Karier Militer Baden Powell

Baden Powell bukanlah anak dengan prestasi akademik yang gemilang. Namun ia berhasil lolol ujian masuk tentara dan berada di urutan kedua dari beberapa ratus pelamar.

Dalam karier awalnya, Baden Powell ditugaskan langsung ke Pasukan Hussars ke 13. Berhasil melewati pelatihan perwira ia pun keluar menjadi Kolonel. Pada 1876, Baden Powell sudah bertugas di India. Perwira muda angkatan darat itu mengkhususkan keterampilan dalam kepramukaan, pembuatan peta dan pengintaian, dan mulai melatih prajurit lain. Dari India, Baden Powell kembali harus pergi ke Balkan, Afrika Selatan dan Malta. Baden terus menunjukan keterampilannya hingga diangkat menjadi Letnan Jendral, Dari situ nama seorang Baden Powell tenar hingga diundang ke berbagai pertemuan dan rapat umum diseluruh Inggris.

Tercetusnya Ide Pramuka

Baden Powell kembali menulis ulang "Aids to Scounting" untuk usia yang lebih muda. Lalu pada 1907, dia mengorganisir sebuah kamp di Pulau Brownsea, di lepas pantai Dorset, untuk mempraktikkan beberapa idenya. Saat itu, Baden Powell mengumpulkan 22 anak laki-laki dan mengajak mereka berkemah. Itulah awal mula Gerakan Pramuka yang kini jadi agenda di berbagai sekolah. Pada tahun berikutnya, Baden Powell menerbitkan buku pedoman "Scounting for Boys". Pedoman itu laris manis dan dipraktekkan oleh banyak anak laki-laki. Tak disangka, buku pegangan tulisan Baden Powell itu menyebar di seluruh dunia. Bahkan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa diseluruh dunia.

Pada tahun 1910, tepat usia ke 53, Baden Powell pensiun sebagai tentara dan mengabdikan hidupnya untuk Gerakan Pramuka. Baden Powell berkeliling dunia menginspirasi lebih banyak anak muda untuk bergabung dengan pramuka. Tepat 10 tahun kemudian, Baden Powell melangsungkan jambore pertama di dunia. Saat itu ada sekitar 8000 anggota dari 34 negara yang hadir.

Karya dan tulisan

Baden Powell membuat lukisan dan menggambar setiap hari dalam hidupnya. Kebanyakan memiliki karakter humoris atau informatif. Dia mempublikasikan buku dan teks lainnya selama tahun-tahun bertugas dalam dunia militer tentang keuangan hidupnya dan pendidikan dirinya.

Baden Powell dianggap sebagai pendongeng yang luar biasa. Selama hidupnya dia menceritakan banyak "cerita menyenangkan" pada khalayak. Setelah menerbitkan Sounting for Boys, Baden Powell terus menulis buku. Diantaranya adalah buku pegangan dan bahan pendidikan untuk seluruh anggota kepanduan. Ia juga menulis buku "Aids to Scoutmastership" (Bantuan dalam Membina Pramuka). Pada tahun berikutnya ia juga menulis mengenai gerakan kepanduan dan gagasannya di masa depan. Dekade terakhir kehidupannya dihabiskan di Afrika, dan buku-buku berikutnya bertemakan Afrika. Saat ini, mayortas halaman dari catatan hariannya yang dilengkapi dengan gambar-gambar yang digambar sendiri disimpan di Museum Kepanduan Nasional di Irving Texas, Amerika Serikat.

Karya Buku Kepanduan

- 1908 : Scounting for Boys

- 1909 : Yarns for Boys Souts

- 1912 : The Handbook for the Girl Guides or How Girls Can Help to Build Up the Empire (berkolaborasi dengan Agnes Baden Powell)

- 1913 : Boy Scouts Beyond The Sea: My World Tour

- 1916 : The Wolf Cub's Handbook

-1918 : Girl Guilding 

- 1919 : Aids To Scoutmastership

- 1921 : What Scouts Can Do: More Yarns

- 1922 : Rovering to Success

Sejarah Pramuka Indonesia

Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960. Dari ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepanduan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepadan dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.

Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS?1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330 C yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan pramuka (Pasal 349 Ayat 30).

Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powell (Lampiran C ayat 8). Ketetapan itu memberikan kewajiban agar Pemerintah  melaksanakannya. Karena itulah Presiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri Pertanian P dan K Prof. Prijono.

Komentar

Postingan Populer